Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam

PASRAMAN KILAT 2013

Dalam rangka mengisi liburan sekolah bagi siswa siswi yang beragama Hindu, Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam menyelenggarakan Pasraman Kilat selama tiga hari dari tanggal 18 s/d 20 Juli 2013 yang diselenggarakan di Pura Agung Amerta Bhuana dan Pura Satya Dharma. Sekitar limapuluhan siswa dari 80 siswa dari kelas  4 SD sampai Kelas 3 SMA ikut dalam Pasraman Kilat tersebut. Sebagian diantara yang tidak ikut karena masih liburan di luar daerah.

Hari pertama, setelah sembahyang bersama di mandala utama pura agung, acara dimulai dengan Yoga asanas yang terlebih dahulu dipresentasikan  tentang yoga oleh pembimas Hindu I Ketut Suardita. Yoga ini dipandu oleh Komang Trisnajaya dan dibantu oleh Dede, Arya dan Agus yang sudah dua kali pernah mewakili kontingen Kepri mengkuti Jambore Pasraman di Jakarta.

Setelah menikmati prasadam bersama yang disediakan oleh panitia, acara kelas diisi oleh pembimas Hindu I Ketut Suardita. Materi yang dibawakan berjudul  Kelahiran dan Kematian.  Tidak hanya siswa pasraman, tapi juga para orang tua dan Guru yang turut hadir pada acara tersebut dengan tekun mengikuti pemaparan Pembimas. Umat Hindu di Kepri dan khususnya di Batam memang patut bersyukur karena telah memiliki seorang Pembimas yang yang beragama Hindu. Kini pengucapan Panganjali umat tidak harus diucapkan secara terbata-bata lagi dan terkesan susah diucapkan oleh seorang pembimas.

Pada hari kedua, setelah selesai dilaksanakan sembahyang bersama dan Yoga Asanas, acara Kelas diisi oleh I Wayan Catrayasa dengan materi yang berjudul “Apakah umat Hindu Menyembah Patung?” Diisi dengan pemutaran beberapa Video lucu dan Quiz-quiz yang berhadiah permen. Tak terasa hampir dua jam materi tersebut dibawakan dengan kesimpulan bahwa umat Hindu tidak menyembah Patung, tapi menyembah “Arca”. Disini dipaparkan perbedaan Patung dengan Arca.

Hari ketiga, Pasraman Kilat dilaksanakan di Pura Satya Dharma Muka Kuning bersempena dengan Persembahyangan bersama Tumpek Wayang. Persembahyangan bersama di Pura Satya Dharma memang dilaksanakan sebulan sekali pada setiap Tumpek. Dharma Wacana dengan format presentasi  di kelas, dibawakan oleh Gusti Suwimbawa dengan yang berjudul “Mengapa Kita Beragama”. Materi ini lebih ditujukan kepada anak-anak Pasraman sebagai pembekalan di hari ketiga Pasraman Kilat 2013.

 

Setelah selesai mengikuti persembahyangan bersama, seluruh peserta Pasraman Kilat menuju aula Pura Satya Dharma untuk mengikuti acara quiz dan penutupan Pasraman Kilat. Acara dipandu oleh pengurus Pasraman yaitu Dara Astuti dan didampingi oleh Made Kasa Astawa dan Gusti Suwimbawa. Acara diakhiri dengan kata penutup Paramashanti oleh Made Kasa Astawa, yang kemudian diakhiri dengan sesi photo bersama.